Menakertrans pusatkan pengiriman transmigran ke kawasan perbatasan

Menakertrans pusatkan pengiriman transmigran ke kawasan perbatasanJakartaTBN.com :  Pemerintah mulai tahun ini akan mengarahkan pembukaan lahan transmigrasi di kawasan perbatasan. Tujuannya agar transmigran menjadi penjaga kedaulatan negara di perbatasan.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, sejak puluhan tahun Indonesia merdeka, pemerintah telah gagal membangun kawasan perbatasan.

Satu hal yang dilupakan ialah tidak dilibatkannya transmigrasi. “Kami akan konsentrasi pada pembangunan kawasan daerah perbatasan. Sehingga kawasan ini menjadi teras Indonesia yang patut dibanggakan,” katanya pada Pemberian Penghargaan bagi Transmigrasi Teladan di gedung Kemenakertrans, Minggu (18/8/2013).

Peraih bintang Mahaputera ini menambahkan, pihaknya akan melobi Bappenas, Kemendagri dan Kemenkeu untuk mempercayakan pembangunan di daerah terluar kepada transmigrasi.

Dia meyakini tidak membutuhkan waktu lama untuk meningkatkan perekonomian di kawasan perbatasan melalui transmigrasi.

Dia mengklaim, jika dulu dibutuhkan 30 tahun untuk mengembangkan kawasan transmigrasi. Maka dengan perubahan strategi yang dilakukan pemerintah hanya dibutuhkan 15 tahun untuk mencapainya.

“Dengan revitalisasi dan model perekrutan transmigran baru yang terus diperbarui, saya yakin akan mempercepat pertumbuhan di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Para stakeholder juga perlu melihat pentingnya transmigrasi, karena  transmigrasi berhasil membuka kawasan baru. Hingga saat ini ada 103 kabupaten kota yang awalnya hanya pemukiman biasa berubah menjadi 382 kecamatan dan 1.732 desa baru.

Menakertrans menerangkan, di sisi lain transmigrasi juga menopang kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Pengiriman transmigran ke kota-kota baru juga menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.

Sumber : Sindonews.com

Iklan

Pesawat Tanpa Awak Siap Intai Perbatasan Indonesia-Malaysia

 Petugas mengoperasikan Pesawat Terbang Tanpa Awak atau Pesawat Udara Nir Awak (PTTA/PUNA) Wulung saat uji coba di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (11/10). (Yasin Habibi)

Ilustrasi : Pesawat Terbang Tanpa Awak atau Pesawat Udara Nir Awak (PTTA/PUNA).

 

SUNGAI RAYA — TBN.com : Komandan Lanud Supadio Pontianak Kolonel Penerbang Ir. Novyan Samyoga mengatakan dalam waktu dekat 12 unit pesawat tanpa awak akan dioperasikan untuk melakukan pengawasan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Dalam melakukan pengawasan di wilayah perbatasan udara Indonesia-Malaysia, Pangkalan Udara Supadio Pontianak akan mengoperasikan pesawat tanpa awak. Pesawat tanpa awak itu nantinya akan mengawasi seluruh wilayah perbatasan,” kata Novyan di Sungai Raya, Jumat (19/7/2013).

Dia mengatakan, rencananya pesawat tanpa awak tersebut akan awal tahun depan. Menurutnya jika menggunakan tenaga manusia untuk mengawasi perbatasan dibutuhkan ribuan orang, bahkan jika menggunakan pesawat biasa memiliki keterbatasan dari sisi bahan bakar, sehingga pengawasan diwilayah perbatasan tidak dapat maksimal.

“Jika menggunakan pesawat tanpa awak bisa mutar-mutar, ngambil foto dan video, baru pesawat kembali ke lanud supadio,” tuturnya.

Novyan menjelaskan Lanud Supadio dilengkapi pesawat tanpa awak lantaran Kalbar berada di wilayah perbatasan. Pesawat tanpa awak yang digunakan ada dua jenis yaitu, jenis wulung buatan lokal dan heron buatan luar negeri.

“Sengaja kami gabung karena pesawat tanpa awak buatan Indonesia baru di buat, sedangkan yang luar negeri sudah maju. Dengan digabungnya, nanti produksinya bisa meniru luar negeri sehingga kedepan pesawat lokal kita makin bagus,” katanya.

Dia menuturkan pesawat tanpa awak jenis wulung sebanyak nantinya akan ada sebanyak delapan unit sedangkan jenis heron yang buatan luar negeri sebanyak empat unit. Nantinya pesawat berangkat dari Lanud Supadio dan setelah mengambil gambar ke setiap kawasan perbatasan maka pesawat akan kembali ke Lanud Supadio Lagi.

“Semua pesawat itu kumpul di Lanud Supadio Pontianak dan dikontrol dari lanud supadio oleh pilot handal TNI AU. Pesawat setelah mengawasi akan kembali lagi ke Lanud Supadio Pontianak,” kata Novyan.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID