Sail Komodo Jadi Lahan Kampanye Laut Timor

Sail Komodo Jadi Lahan Kampanye Laut Timor

Sekitar 127 kapal dari 47 negara ikut memeriahkan rangkain pembukaan Sail Komodo 2013 di Labuan Bajo, Flores, NTT, (8/5). Kegiatan ini bertemakan: Sail Komodo 2013: Jembatan Emas Menuju Nusa Tenggara Timur Menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia. Foto :  Tempo.

 

KUPANG-TBN.com : Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) memanfaatkan momentum “Sail Komodo” untuk mengkampanyekan perjuangan rakyat Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas petaka pencemaran Laut Timor kepada ratusan wisatawan manca negara.

Mereka menyebarkan brosur kepada para wisatawan mancanegara tersebut yang diberi judul “Lembaran fakta, apakah petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor ditutupi atau tidak”.

Isi dari brosur tersebut memuat tentang kebohongan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia disertai foto tentang penyemprotan bahan kimia beracun dispersant oleh AMSA untuk tenggelamkan tumpahan minyak mentah dari permukaan air laut ke dasar laut.

Brosus YPTB menyebutkan bahwa rakyat Timor Barat dan Nusa Tenggara Timur mencari bantuan dari masyarakat dunia untuk mendukung dan memberikan tekanan pada Pemerintah Australia, Thailand dan Indonesia dan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP AA untuk menyelesaikan pencemaran di Laut Timor yang mulai terlupakan.

Ketua YPTB, Ferdi Tanoni mengatakan tumpahan minyak Montara 2009 di Laut Timor yang ditutupi secara transparan, independen dan kredibel. Padahal, tumpahan minyak Montara yang mencemari Laurt Timor menurut para ahli lebih besar dari petaka tumpahan minyak di Teluk Mexico. “Sudah empat tahun Petakan tumpahan minyak Montara ini ditutupi,” katanya.

Pencemaran itu menyebabkan puluhan ribu warga Timor Barat kehilangan mata pencaharian. Karena itu, Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) sebagai satu-satunya otoritas dengan dukungan lebih dari 95 persen masyarakat nelayan, tokoh adat dan pemerintah NTT telah mengajukan pengaduan dan dan mengajukan gugatan di Pengadilan Australia.

Sumber : TEMPO.co

Iklan

Menko Kesra Lepas Peserta Sail Komodo 2013

LEPAS PESERTA SAIL KOMODO

Kupang-TBN.com: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono melepas 129 kapal layar dari 15 negara peserta Sail Komodo, Minggu (4/8/2013)  di Pantai Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sail Komodo ini mengusung semangat pembangunan kelautan, termasuk wisata bahari sesusai dengan tujuan penyelenggaraannya yakni mempromosikan NTT sebagai destinasi utama pariwisata dunia,” kata Menko Kesra.

Pelepasan peserta Sail Komodo ini dipusatkan di Pantai Kupang. Menko Kesra selaku Ketua Pengarah Sail Komodo 2013, mengatakan event ini sejalan dengan amanat Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor V yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT.

Menurut dia, pemerintah ingin mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal dan pelaut ke perairan NTT. Hal ini terbukti dengan menjadikan Kupang sebagai pintu masuk, karena wilayah ini adalah gerbang selatan perairan Laut Indonesia.

Momentum Sail Komodo 2013 juga, kata Menko Kesra, menjadikan NTT sebagai “The Best Sailing Passage”. Hal ini mengingat potensi besar yang dimiliki daerah ini baik di sektor kelautan dan perikanan serta sektor pariwisata. “Melalui Sail Komodo 2013 diharapkan potensi kelautan dan perikanan di NTT dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai sumber penghidupan rakyat dan sumber pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Dibaginya dua jalur bagi para yachter yang saat ini sudah ada di Kupang, membuat mereka dapat memikmati eksotisme alam NTT. Harapannya adalah ada dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang tinggal di wilayah setempat.

Pada kesempatan itu Agung meminta tiga operator sail yakni Sail Indonesia, Baxck to Down Under Rally dan Darwin Ambon Yacht Rally menghadirkan seluruh sailor pada acara puncak Sail Komodo, 14 September 2013 di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Hadir dalam acara pelepasan sail itu Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu serta pejabat daerah setempat.
Sekitar 127 kapal dari 47 negara ikut memeriahkan rangkain pembukaan Sail Komodo 2013 di Labuan Bajo, Flores, NTT, (5/8/2013). Kegiatan ini bertemakan “Sail Komodo 2013: Jembatan Emas Menuju Nusa Tenggara Timur Menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia”

“Berbuah Manis” Bagi Ekonomi NTT

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada triwulan II tahun 2013 mencapai 106,35, sebagai indikator bahwa kondisi ekonomi konsumen dan tingkat optimisme meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

Kepala Bidang Integrasi, Pengolahan dan Desiminasi Badan Pusat Statistik NTT Desmon Sinurat di Kupang, Sabtu (3/8/2013), mengatakan nilai ITK yang dicapai NTT tersebut masih rendah jika dibandingkan ITK nasional yang mencapai 108,02 atau selisih 1,67 poin dan menduduki peringkat tiga terbawah.

“Faktor pendorong penyebab meningkatnya kondisi ekonomi konsumen di NTT adalah meningkatnya pendapatan rumah tangga kini (nilai indeks sebesar 106,68) dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi,” ucapnya menjelaskan.

Ia mengemukakan geliat ekonomi di NTT dipicu oleh adanya Sail Komodo, panen raya tanaman pangan, Pilkada maupun liburan anak sekolah. Menurut dia, membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II 2013 ditandai dengan peningkatan nilai indeks komoditi bahan makanan sebesar 104,84 dan komoditi bukan makanan.

Komoditi non makanan itu terdiri dari sektor perumahan (listrik, gas dan bahan bakar) dengan nilai indeks sebesar 103,56, pendidikan (nilai indeks sebesar 110,44), transportasi (nilai indeks sebesar 110,95), dan komunikasi (nilai indeks sebesar 107,72).

“Secara gabungan tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan meningkat dengan nilai indeks sebesar 104,38,” sambungnya.

Pada triwulan II 2013, jelas dia, juga tercatat peningkatan persepsi ekonomi konsumen dibanding triwulan I 2013 yang mencapai 101,53.

Demikian juga dengan perkiraan nilai ITK triwulan II 2013 yang perhitungannya dilakukan pada triwulan sebelumnya dengan nilai indeks 105,76. Secara nasional, tambahnya, kondisi perkonomian di semua wilayah Indonesia pada triwulan II 2013 mengalami perbaikan.

Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Bali 111,69, menyusul Banten 110,93 dan DKI Jakarta 110,87, sedang provinsi yang mengalami ITK terendah adalah Papua 106,15, diikuti Lampung 106,32 dan NTT 106,35.

Nilai ITK NTT pada Triwulan III 2013, menurut dia, diperkirakan sebesar 108,21 artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik dengan tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih tinggi dibanding triwulan II 2013 yang hanya mencapai 106,35.

Ia mengatakan perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III 2013 didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 111,35 serta rencana pembelian barang tahan lama sebesar 102,59.

“Tingkat optimisme konsumen kami perkirakan akan jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2013,” tandasnya.

Sumber : http://www.menkokesra.go.id/

20 Kapal Peserta Sail Komodo Tiba di Kupang

Sail Indonesia. lustrasi. Foto (ist)KUPANG-TBN.com: Hingga hari kedua, sebanyak 20 kapal layar yang membawa peserta Sail Komodo 2013, sudah sandar di Pelabuhan Teluk Koepang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Para peserta langsung melaporkan kedatangan mereka ke petugas keimigrasian yang bermarkas di Kantor Lurah Nunbaun Sabu untuk mengurus berbagai administrasi perjalanan mereka menuju wilayah lain di NTT.

Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provnsi NTT, HA Haris, di Kupang, Selasa, mengatakan saat ini ada 20 kapal layar yang sudah berlabuh di Pelabuhan Teluk Koepang.

Enam kapal layar sudah tiba lebih awal pada Senin (29/7/2013), dan sisanya tiba di Kupang sejak malam hingga Selasa dini hari, tetapi baru diperbolehkan turun pada pagi hari, kata Haris.

Dia menambahkan, berdasarkan laporan melalui radio, ada belasan kapal layar sudah berada di belakang Pulau Semau, sekitar satu jam pelayaran dari Pelabuhan Teluk Koepang. Para peserta ini diperkirakan akan tiba pada sekitar pukul 12.00 WITA.

“Beberapa saat lalu, kami melakukan komunikasi lewat radio dan mendapat laporan bahwa ada sekitar 12 perahu layar sudah berada di belakang Pulau Semau. Paling lambat dua jam lagi ke depan, kapal-kapal itu sudah merapat di Pelabuhan Teluk Koepang,” katanya.

Dia berharap, paling lambat petang ini, semua peserta Sail Komodo 2013 sudah tiba di Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para peserta kata dia akan diundang untuk menghadiri NTT Exspo 2013 yang akan dibuka petang ini, sekaligus acara penyambutan peserta Sail Komodo 2013.

Mengenai lama peserta di Kupang, dia mengatakan semua peserta akan berada di Kupang dan akan dilepas Wakil Presiden Boediono pada 4 Agustus.

Sumber : Antara

Pasar Seni Sambut Peserta Sail Komodo

KUPANG-TBN.com:  Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kemenparekraf, menggelar pasar seni rupa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk menyambut peserta Sail Komodo.

“Pasar seni rupa ini digelar bersama UPT Taman Budaya Nusa Tenggara Timur diawali dengan workshop dan pameran seni rupa yang bertajuk Temu Sambut Sail Komodo 2013 bermaksud untuk pengembangan ruang kreatif para  seniman,” kata Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, HM Ahman Sya, di Kupang, Senin (29/7/2013) malam.

Ahman mengharapkan pasar seni rupa itu dikemas juga dalam bentuk Pameran “Potpuri” atau Reposisi Medium dan Lokasi itu bisa menjadi peluang para perupa dari Nusa Tenggara Timur untuk menghadirkan karya berbudaya.

“Pameran lintas media ini, melibatkan seniman-seniman multitalenta yang menggunakan tiga media rupa, yakni lukis, keramik, dan grafis dilaksanakan sejak 29 Juli hingga 3 Agustus 2013 di aula Gereja Kota Kupang (yang ditetapkan sebagai situs cagar budaya),” katanya.

Kegiatan yang dibuka Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu, tak hanya melibatkan seniman lokal dari NTT akan tetapi beberapa keramikus dan pegrafis dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

“Sebanyak 30 orang seniman dari Kupang, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta ikut berpartisipasi dalam pameran. Seniman dari Nusa Tenggara Timur terdiri dari 10 pelukis dengan jumlah karya sebanyak 22 buah dan enam seniman gerabah dengan jumlah karya yang ditampilkan sebanyak 13 buah,” katanya.

Seniman keramik dari luar NTT yaitu berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta berjumlah sembilan orang, sedangkan karya yang dipamerkan berjumlah 20 buah. Seniman grafis sebanyak empat orang, berasal dari Bandung dan Yogyakarta dengan karya yang dipamerkan delapan buah.

“Dengan tampil serentaknya seniman-seniman dengan latar belakang penggunaan media dan lokasi yang berbeda, maka keragaman budaya dan sudut pandang yang menjadi menarik untuk diamati,” kata Ahman.

Tampilnya keragaman visual dan bentuk yang kaya sebagai hasil kombinasi dari tiga media yang berbeda, semakin memperkaya variasi dalam pameran itu secara keseluruhan.

“Melalui pameran ini sebagai ajang promosi diharapkan dapat meningkatkan nilai kreatif dan nilai ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejateraan para pelaku kreatif di daerah NTT,” katanya.

Sumber : Antara

Peserta pertama Sail Komodo 2013 tiba

Kapal-kapal layar di kelas yacht dari mancanegara seperti inilah yang akan meramaikan gelaran maritim internasional Sail Komodo 2013 di perairan Nusa Tenggara Timur, beberapa hari ke depan. Potensi luar biasa kebaharian seperti ini telah lama dibiarkan tidur dan tidak diolah secara serius. (ANTARA News)

 

Kupang, NTT – TBN.com: Peserta  pertama Sail Komodo 2013 tiba di Kupang, NTT, setelah berlayar dari Darwin, Australia, sejauh sekitar 450 mil laut.

Perahu layar kelas yacht berawak lima orang itu tiba di Pantai Tedis Kupang Senin (29/7/2013) sekitar pukul 05.00 WITA pagi, kata Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTT, HA Haris.

Kedatangan peserta pertama Sail Komodo 2013 itu kata dia, menggambarkan cuaca di perairan antara Indonesia dan Australia cukup baik untuk mendukung pelayaran para peserta menuju NTT.

“Kita harapkan, cuaca mendukung sehingga paling lambat Selasa (30/7), semua peserta sudah bisa tiba di Kupang,” katanya.

150 Negara


Dia mengatakan para peserta dari 150 negara itu akan berada di Kupang selama empat hari dan melakukan kunjungan ke berbagai lokasi wisata di daerah itu.

Pada 4 Agustus 2013, para peserta akan dilepas Wakil Presiden Boediono untuk memulai perjalanan menyinggahi semua kabupaten di provinsi kepulauan itu.

Rute Selatan dan Utara

Haris menjelaskan, pada pelepasan dari Kupang nantinya, para peserta akan dibagi dalam dua rute pelayaran yakni selatan dan utara.

Rute selatan akan melewati daratan Pulau Timor mulai dari Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Lembata, dan daratan Flores dan berakhir di Labuan Bajo.

Rute kedua yakni Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, daratan Sumba dan Labuan Bajo sebagai destinasi utama.

“Semua pelayaran ini akan berakhir di Labuan Bajo pada pertengahan September 2013. Para peserta akan menghadiri acara puncak Sail Komodo 2013 yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Haris.

Sumber : ANTARA News

Polisi Larang Judi Saat Sail Komodo

KEFAMENANU—TBN.com: Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta warga yang hendak menghadiri Sail Komodo Agustus mendatang untuk tidak menggelar arena judi.

Kapolres TTU, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), I Gede Mega Suparwitha, kepada Kompas.com, Senin (15/7/2013), mengatakan, kegiatan Sail Komodo bertepatan dengan pembukaan lomba pacuan kuda di Tanjung Bastian.

“Sejak awal dalam rapat yang digelar bersama Pemerintah Daerah TTU, kita sudah imbau agar tidak boleh ada judi apa pun. Kita juga sudah tekankan kepada panitia penyelenggara untuk melarang aktivitas judi,” tegas Suparwitha.

Suparwitha menegaskan imbauan itu karena kegiatan judi bebas itu pernah berlangsung di Tanjung Bastian, pada saat Sail Indonesia tahun 2012. Saat itu Polres TTU menangkap puluhan pejudi beserta sejumlah barang bukti berupa alat-alat perjudian seperti ayam, dadu, bola guling, dan layar.

Sail Komodo di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU, akan berlangsung pada 4-8 Agustus 2013 mendatang dan dipastikan diikuti oleh lebih dari 600 pesertanya yang berasal dari 17 negara.

Ada lima titik destinasi yang akan dikunjungi di Kabupaten TTU, di antaranya Desa Adat Tamkesi, Sonaf atau rumah adat Oelolok, Religi Bitauni, Sonaf Maslete, dan yang terakhir Kure di Noemuti. [KOMPAS.com]

Bupati Manggarai Timur tokoh Koperasi dan UKM Nasional

 

BORONGTBN.com:  Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Koperasi dan UKM Nasional yang ke 66 yang diselenggarakan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,  Jumat (12/7/2013), Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote menerima piagam penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tote mendapat penghargaan sebagai tokoh Koperasi dan UKM Nasional. Sebelumnya, pada tahun 2012 lalu, Tote pun menerima piagam karena Manggarai Timur menjadi Kabupaten Koperasi di Indonesia.

Selain Bupati Manggarai Timur, ada empat Bupati di Indonesia yang juga menerima piagam penghargaan serupa.

Menurut aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur, Rofino Kant, penerimaan penghargaan wajar. Hal itu merupakan pengakuan dan penghargaan atas jerih payah dalam membangun Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya berharap, penghargaan itu adalah suatu cambuk yang bisa membuat lebih baik dalam membangun Manggarai Timur yang lebih maju lagi. Selain membangun Kabupaten Koperasi, yang harus mendapatkan perhatian khusus adalah pembangunan prasarana jalan dan jembatan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur sangat diprioritaskan dan diutamakan, sehingga pendistribusian hasil bumi dari masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Rofino menjelaskan, selama kepemimpinan Tote, ada enam penghargaan yang sudah diterima, di antaranya piagam penghargaan dari Komisi Pemilihan Umum atas berlangsungnya Pilkada Manggarai Timur yang harmonis, aman, damai tanpa Panwaslu, pelayanan terbaik untuk KPPT RI, Capilduk terbaik RI, penghargaan dari Balai Besar Badan Konservasi Hutan Nasional dan kemudian penghargaan Kabupaten Koperasi di Indonesia, serta penghargaan kabupaten terbaik dalam pelaksanaan BP2KB.

Sumber : KOMPAS.com